HUMAS POLRES SULA — Polres Kepulauan Sula mengajak seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Sula untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta mengenali tanda-tanda peringatan yang dapat mengarah pada tindakan bunuh diri. Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting karena dukungan keluarga, sahabat, dan masyarakat dapat membantu seseorang yang sedang menghadapi tekanan berat.
Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres, S.H., S.I.K. menegaskan bahwa bunuh diri bukanlah solusi dari setiap permasalahan. Menurutnya, seseorang yang sedang berada dalam kondisi tertekan membutuhkan perhatian, pendampingan, serta ruang yang aman untuk menyampaikan apa yang sedang dirasakan.
“Jangan biarkan orang terdekat menghadapi masalahnya seorang diri. Dengarkan, rangkul, dan berikan dukungan. Apabila ditemukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, segera libatkan keluarga serta arahkan untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga profesional,” ujar Kapolres.
Sejumlah tanda peringatan yang perlu mendapat perhatian antara lain sering membicarakan keinginan untuk mengakhiri hidup, merasa dirinya menjadi beban bagi orang lain, mencari cara untuk menyakiti atau mengakhiri hidup, mengatur atau membagikan barang-barang sebagai bentuk perpisahan, mengucapkan kata-kata perpisahan, menarik diri dari keluarga maupun lingkungan sosial, menunjukkan perilaku yang membahayakan diri, serta mengalami perubahan perilaku atau suasana hati secara drastis.
Kapolres mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap sepele ucapan maupun perubahan perilaku yang mengarah pada keputusasaan. Sikap menghakimi, mengejek, atau menyalahkan harus dihindari. Sebaliknya, masyarakat diharapkan mampu memberikan perhatian secara humanis dan membantu menghubungkan orang tersebut dengan pihak yang dapat memberikan pertolongan.
“Kadang seseorang tidak membutuhkan banyak nasihat. Mereka terlebih dahulu membutuhkan orang yang bersedia mendengar tanpa menghakimi. Kepedulian sederhana dari keluarga, sahabat, tetangga, maupun lingkungan sekitar dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan nyawa,” tambahnya.
Polres Kepulauan Sula juga mengimbau keluarga untuk meningkatkan komunikasi, terutama terhadap anggota keluarga yang mengalami persoalan pribadi, tekanan ekonomi, konflik keluarga, perundungan, masalah pendidikan, maupun persoalan sosial lainnya. Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba hendaknya menjadi perhatian bersama dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
Apabila seseorang diketahui memiliki keinginan untuk menyakiti diri atau melakukan bunuh diri, masyarakat diminta tidak meninggalkannya sendirian, menjauhkan benda atau sarana yang berpotensi digunakan untuk mencederai diri, menghubungi keluarga atau orang yang dipercaya, serta segera mencari bantuan dari fasilitas pelayanan kesehatan atau tenaga profesional terdekat. Dalam keadaan darurat, masyarakat juga dapat meminta bantuan melalui layanan kedaruratan atau aparat setempat.
Melalui imbauan tersebut, Polres Kepulauan Sula berharap tercipta lingkungan masyarakat yang lebih peduli, saling menjaga, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang sedang mengalami tekanan psikologis.
“Hidupmu sangat berarti. Kamu tidak sendiri. Selalu ada jalan, selalu ada harapan, dan selalu ada orang yang peduli.”



