HUMAS POLRES SULA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula, Organisasi Daerah (ORDA) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Kepulauan Sula menggelar Dialog Publik Refleksi 23 Tahun Kabupaten Kepulauan Sula dengan tema “Antara Harapan dan Kenyataan”. Kegiatan berlangsung di JS Coffee, Desa Fatce, Kecamatan Sanana, Selasa malam (02/06/2026).
Dialog publik ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, legislatif, akademisi, dan kepolisian, di antaranya Wakil Bupati Kepulauan Sula Ir. Hi. M. Saleh Marasabessy, M.Si., Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Muh Hartanto, S.I.K., Ketua STAI Babussalam Sula Dr. Sahrul Takim, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Sula Drs. Hi. Safrin Gailea, serta Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sanana Faujan Ikbal, S.H.
Dalam paparannya, Wakil Bupati Kepulauan Sula menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sektor ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan daerah, serta penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Muh Hartanto, S.I.K., menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, memberantas peredaran minuman keras, serta mengantisipasi berbagai potensi konflik sosial yang dapat menghambat pembangunan.
“Keamanan adalah modal utama menuju Indonesia Emas 2045. Melalui program Jaga Sula, kami berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membangun kemandirian warga dalam menjaga kerukunan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Kapolres.

Para narasumber juga menyoroti sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Kabupaten Kepulauan Sula, mulai dari pemerataan pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi daerah, optimalisasi pengelolaan anggaran, hingga peningkatan kualitas penegakan hukum yang berkeadilan.
Sebagai hasil dari dialog tersebut, para peserta merumuskan beberapa rekomendasi penting, antara lain mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan, penguatan kamtibmas berbasis kearifan lokal melalui program Jaga Sula dan pembangunan sistem keamanan lingkungan (Siskamling), serta peningkatan PAD guna mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Selain itu, forum juga merekomendasikan agar kegiatan refleksi pembangunan daerah melalui dialog publik dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai sarana evaluasi dan penyampaian aspirasi masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 60 peserta dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, akademisi, dan insan pers tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Polres Kepulauan Sula berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sebagai fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula.




