HUMAS POLRES SULA — Polres Kepulauan Sula bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kepulauan Sula dan sejumlah stakeholder menggelar kegiatan Ijtima Pengurus dan Silaturahmi Stakeholder PCNU Kabupaten Kepulauan Sula, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Caffe Waimua, Desa Falahu, Kecamatan Sanana, tersebut dihadiri Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres, S.H., S.I.K., Ketua PCNU Kabupaten Kepulauan Sula Safrudin Sapsuha, S.Hi., M.H., Kasat Intelkam IPTU Hajrun Ismail, S.H., serta sejumlah pengurus PCNU, tokoh agama, tokoh pendidikan dan tamu undangan.
Ketua PCNU Kabupaten Kepulauan Sula Safrudin Sapsuha menyampaikan bahwa komitmen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan bagian penting dari perjuangan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, semangat mencintai tanah air harus diwujudkan melalui langkah nyata dalam menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antara PCNU dengan pemerintah, TNI-Polri serta berbagai lembaga sosial dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua STAI Babussalam Sula Sahrul Takim, S.Pd.I., M.Pd.I., turut menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya perlunya perhatian terhadap akses pendidikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu serta pemerataan pelayanan kesehatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres, S.H., S.I.K., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya hubungan baik antara Polri dan Nahdlatul Ulama. Ia menilai sinergi tersebut perlu terus diperkuat melalui kolaborasi nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban serta mendukung berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Hubungan baik antara Polri dan NU yang selama ini sudah terjalin akan terus kita perkuat. Ke depan, kita berharap kolaborasi ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja sama nyata di lapangan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” ujar Kapolres.

Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah persoalan sosial, di antaranya penguatan pemahaman masyarakat dan generasi muda terhadap bahaya radikalisme di media sosial, pencegahan perkawinan dini, upaya pencegahan peredaran minuman keras, keterbatasan tenaga medis di sejumlah puskesmas serta berbagai kendala pelayanan dan pembangunan di tingkat desa.
Kegiatan Ijtima dan silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk menyatukan pemikiran, mempererat komunikasi serta membangun sinergi antarpemangku kepentingan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 18.20 WIT dan berlangsung dalam keadaan aman serta lancar.



