HUMAS POLRES SULA – Pelaksanaan Operasi Pekat Kieraha II Tahun 2025, Polres Kepulauan Sula terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi tempat peredaran minuman keras, praktik prostitusi, serta aktivitas perjudian, Rabu (10/12/2025) malam.
Kegiatan dipimpin oleh KBO Sat Intelkam Ipda Rahmat Umakaapa, S.H. selaku Kasatgas Preemtif, menyampaikan bahwa operasi malam ini difokuskan pada titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Satgas Ops pekat kemudian bergerak menuju salah satu rumah di Desa Fatce yang diduga kuat menjadi tempat penjualan minuman keras jenis cap tikus. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti miras dan mengamankan seorang terduga pelaku berinisial SP (30) untuk dilakukan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Tidak berhenti sampai di situ, Satgas Ops Pekat melanjutkan penyisiran ke dua titik berbeda di Desa Fagudu yang berdasarkan informasi awal diduga dijadikan sebagai lokasi praktik prostitusi. Namun setibanya di lokasi, target operasi telah meninggalkan tempat sebelum tim tiba.
Selanjutnya, Satgas kembali menerima laporan masyarakat terkait adanya aktivitas perjudian bingo (king) di salah satu rumah warga, Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Ops Pekat langsung menuju ke lokasi, memberikan imbauan tegas kepada warga agar menghentikan kegiatan tersebut, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian.

Seluruh rangkaian Operasi Pekat Kieraha II hari ke-2 berlangsung hingga pukul 02.00 WIT dan berjalan dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Polres Kepulauan Sula menegaskan bahwa kegiatan penindakan terhadap penyakit masyarakat akan terus dilakukan secara konsisten guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Sula.




